Search

Pembukaan PIMNAS KE-27 di Undip

pimnas-27

Semarang,undip.ac.id- Pembukaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 27 diselenggarakan pada Selasa (26/8) akan dirancang bersama Undip dengan Institut Seni Indonesia surakarta dan melibatkan Akedemi Kepolisian Semarang dengan mengelaborasi ide dan gagasan tentang pengenalan nilai-nilai Diponegoro dalam pengembangan karakter dan kreativitas para calon pemimpin bangsa. Gelar seni dan budaya Pembukaan yang diselenggarakan di lapangan Widyapuraya Universitas Diponegoro ini secara garis besar akan menampilkan budaya lokal dan nasional. Misalnya menampilkan pertunjukan seni seperti , tarian gambang Semarang , kesenian warakan dan Marching band AKPOL Semarang

Menurut Ketua  PIMNAS ke 27, Bambang Sulis konsep acara pembukaan adalah dengan mengangkat budaya lokal. “Nantinya konsep acaranya yaitu mengangkat budaya lokal yang sudah menasional dan memadukan budaya nusantara”, jelasnya saat ditemui di sela-sela persiapan Pimnas, Senin (25/8)

Lebih lanjut Bambang  mengungkapkan dalam pertunjukan tari gambang semarang dibuat untuk menunjukkan nuansa kota Semarang melalui tari tersebut diharapkan  mampu menggambarkan Semarang  sebagai kota wisata,”tambahnya.

Dosen Ilmu Pertanian dan Peternakan ini juga menambahkan bahwa pada dasarnya acara pembukaan PIMNAS ini konsep keseluruhannya adalah menampilkan pertunjukan seni yang bisa memadukan antara bidang akademis dan budaya. “Pada pembukaan ini juga akan memperkuat citra Semarang sebagai kota wisata, seni dan sebagai miniaturnya Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diungkapkan pada pada saat pembukaan nantinya akan menampilkan maskot PIMNAS. Maskot PIMNAS kali ini diberi nama “Mas PIM” Mas Pim merupakan gambaran dari mahasiwa yang pandai, ramaha, rajin dan selalu ceria dengan menggunakan sorban dan mengangkat tangan kiri serta tangan kanan memegang buku

“Mas Pim sangat mengagumi karakter Diponegoro yaitu jujur, peduli dan berani, Mas Pim juga sangat rapi dan disiplin dilihat dari penempilannya yang menggunakan jas, dasi, sepatu serta cinta kebudayaan lokal dan memakai batik khas Semarang.

(HUMAS/Ip)